Demam disertai nyeri saat buang air kecil ancaman infeksi saluran kemih

Demam disertai nyeri saat buang air kecil ancaman infeksi saluran kemih

Bagaimana demam bisa terjadi ?

Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, parasit).

Demam juga bisa disebabkan oleh faktor non-infeksi seperti kompleks imun, atau inflamasi (peradangan) lainnya.

Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih atau leukosit melepaskan “zat penyebab demam (pirogen endogen)” yang selanjutnya memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior, yang kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam. Selama demam, hipotalamus cermat mengendalikan kenaikan suhu sehingga suhu tubuh jarang sekali melebihi 41ºC.

Apakah yang terjadi jika demam diikuti oleh nyeri saat buang air kecil ?

Yang perlu anda waspadai jika demam diikuti oleh nyeri saat buang air kecil adalah penyakit infeksi saluran kemih.

Disamping nyeri saat buang air kecil Infeksi saluran kemih (ISK) ditandai dengan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, BAK sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), nyeri dibagian perut bawah, bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kemih dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing.

Mengapa Infeksi pada saluran kemih bisa terjadi ?

Faktor risiko terjadi infeksi saluran kemih adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat. ISK lebih mudah terjadi pada wanita karena wanita daripada pria. Secara umum, penyakit ini tidak menular. ISK disebabkan oleh beberapa jenis kuman penyakit, dan beberapa diantaranya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Apakah penyebab terjadinya infeksi saluran kemih ?
ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.
  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

Bagaimanakah penanganannya jika sudah terkenan infeksi ?

  • Tindakan yang dapat dilakukan pertama kali adalah meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari dan tidak menahan BAK. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih.
  • Jangan pernah menahan kencing, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK.
  • Karena tidak ada obat yang menjamin penyakit ini tidak kambuh lagi, hal yang dapat dilakukan adalah menjaga daerah genital agar tetap kering dan bersih dan asupan cairan yang cukup.
  • Selain hal-hal tersebut, terkadang pemberian obat-obatan juga diperlukan untuk mengatasi gejala(simptomatik) seperti untuk mengatasi nyeri ataupun demam yang menyertai dan juga untuk memberantas organisme penyebab infeksi saluran kemih tersebut.

 

Apa nama bakteri penyebab infeksi saluran kemih ?

Bakteri utama penyebab ISK adalah bakteri Escherichia coli (E. coli) yang banyak terdapat pada tinja manusia dan biasa hidup di kolon. Wanita lebih rentan terkena ISK karena uretra wanita lebih pendek daripada uretra pria sehingga bakteri ini lebih mudah menjangkaunya. Infeksi juga dapat dipicu oleh batu di saluran kencing yang menahan koloni kuman. Sebaliknya, ISK kronis juga dapat menimbulkan batu.

Mikroorganisme lain yang bernama Klamidia dan Mikoplasma juga dapat menyebabkan ISK pada laki-laki maupun perempuan, tetapi cenderung hanya di uretra dan sistem reproduksi. Berbeda dengan E coli, kedua bakteri itu dapat ditularkan secara seksual sehingga penanganannya harus bersamaan pada suami dan istri.

 

Bagaimanakah Pengobatan yang dilakukan oleh dokter ?

Pengobatan ISK biasanya dilakukan dokter dengan pemberian antibiotik. Secara tradisional, orang sering memakai air daun sirih karena diyakini memiliki daya antiseptik. Namun demikian, pengobatan tradisional seperti itu tidak boleh terlalu diandalkan. Bila Anda merasakan gejala di atas, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

 

Bagaimanakah cara mencegah terjangkitnya infeksi saluran kemih ?

  • Perbanyak minum air
  • Berceboklah dengan cara dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina atau uretra.
  • Bersihkan alat vital Anda sebelum berhubungan
  • Buang air kecil setelah berhubungan seksual untuk membersihkan bakteri dari saluran kencing
  • Jangan menahan kencing bila Anda ingin buang air kecil
  •  Mandi dengan gayung/shower, tidak dengan bath tub

Demam desertai ruam apakah campak atau bukan

Tanya jawab dokter ,(Dr Widodo Judarwanto SpA adalah dokter spesialis anak dari RS Bunda Jakarta, Klinik Kesulitan Makan, Jl. Rawasari Selatan 50, Cempaka Putih, Jakarta Pusat)

                                                          Demam desertai ruam apakah campak atau bukan

Apakah saat anak demam disertai ruam pada kulit sudah pasti campak?

Saat anak demam dan timbul bercak merah di seluruh badan, seringkali dianggap penyakit campak (gabag, karumut). Padahal, campak tidak harus selalu ditandai dengan demam yang disertai bercak merah. Berbagai penyakit lain juga dapat timbul dengan gangguan seperti itu.

Apakah Sudah Pernah Kena Campak, Bisakah Kena Lagi?

  • “Umumnya anak hanya kena campak satu kali, karena pasca kena campak, anak sudah mempunyai
    antibodi,” ujar dr Meta Hanindita, SpA dari Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya, dalam keterangannya kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (10/8/2015).
  • Menurut dia, bisa jadi penyakit lain dengan gejala demam dan muncul ruam di kulit menyebabkan orang tua berasumsi anaknya kembali terkena campak. “Bisa jadi yang dimaksud ‘campak’ adalah penyakit lain dengan gejala fever and rash seperti roseola atau rubella,” sambungnya.

Bagiamanakah Ciri khas penyakit campak?

Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Virus campak ditularkan lewat infeksi droplet lewat udara, menempel dan berbiak pada epitel nasofaring.

Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.

Ciri khas penyakit campak adalah bercak merah timbul masih disertai pilek, masih demam tinggi, bercak merah semakin banyak sampai 5-7 hari, dan seminggu berikutnya timbul bekas kehitaman.

Adakah Penyakit Yang Menyerupai campak ?

1. Exantema Subitum. Kelainan yang disebabkan karena infeksi virus inilah yang paling sering terjadi yang sering dianggap campak. Pada kelainan ini biasanya demam 1-3 hari setelah demam hilang baru timbul bercak kemerahan diseluruh tubuh yang mirip campak. Setelah timbul dalam 2-3 hari akan hilang tidak membekas. Bedanya pada campak bercak merah timbul demam masih terjadi, seminggu setelah itu timbul bekas kehitaman pada bercak merah yang ada. Kelainan ini sering dialami pada penderita alergi dengan riwayat kulit yang sangat sensitif.

2. DBD. Pada awal perjalanan penyakit DBD pada hari ke 1-4 kadang juga disertai bercak kemerahan yang mirip campak. Bercak merah ini biasanya akan hilang setelah hari ke 5-7. Manifestasi ini sering dialami pada penderita alergi dengan riwayat kulit yang sangat sensitif.

3. Rubela. Rubela atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Penyakit ini sering ringan dan serangan sering berlalu tanpa diketahui. Penyakit ini bisa berlangsung satu sampai tiga hari. Anak-anak sembuh lebih cepat daripada orang dewasa. Infeksi dari ibu oleh virus Rubella saat hamil bisa serius, jika ibu terinfeksi dalam 20 minggu pertama kehamilan, anak bisa lahir dengan sindrom rubella bawaan (CRS), yang memerlukan berbagai penyakit tak tersembuhkan yang serius. Aborsi spontan terjadi pada hingga 20% kasus. Virus ini menular lewat udara. Rubela juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, makanya disarankan untuk melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubela selama di dalam kandungan berisiko cacat.

4. Infeksi mononukleoss. Mononukleosis Infeksiosa adalah penyakit yang ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan dan pembesaran kelenjar getah bening, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr, salah satu dari virus herpes. Setelah menyususp ke dalam sel-sel di Hidung dan tenggorokan, virus ini akan menyebar ke limfosit B (sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap pembentukan antibodi). Infeksi virus Epstein-Barr sering terjadi dan bisa menyerang anak-anak, remaja dan dewasa.

5. Erupsi obat Erupsi obat alergi atau allergic drug eruption adalah reaksi alergi pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat dengan cara sistemik. Pada pemeriksaan fisik, hampir di seluruh tubuh tampak papul eritematous diskret. Pengobatannya dengan terapi sistemik berupa kortikosteroid dan antihistamin dan topikal.

6. Penyakit Kawasaki. Penyakit ini juga dikenal sebagai sindrom kelenjar getah bening, penyakit simpul mukokutan, poliarteritis kekanak-kanakan. Sindrom Kawasaki adalah penyakit, sebagian besar bayi, yang mempengaruhi banyak organ, termasuk kulit, selaput lendir, kelenjar getah bening, dan dinding pembuluh darah, tetapi efek yang paling serius adalah pada jantung mana ia dapat menyebabkan dilasi aneurismal parah.

Apakah ada gejala khas bila terserang penyakit campak ?

Gejala klinis terjadi setelah masa tunas 10-12 hari, terdiri dari tiga stadium :

  • Stadium prodromal, berlangsung 2-4 hari, ditandai dengan demam yang diikuti dengan batuk, pilek, farings merah, nyeri menelan, stomatitis, dan konjungtivitis. Tanda patognomonik timbulnya enantema mukosa pipi di depan molar tiga disebut bercak Koplik.
  • Stadium erupsi, ditandai dengan timbulnya ruam makulo-papular yang bertahan selama 5-6 hari. Timbulnya ruam dimulai dari batas rambut di belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah, leher, dan akhirnya ke ekstrimitas.
  • Stadium penyembuhan (konvalesens), setelah 3 hari ruam berangsur-angsur menghilang sesuai urutan timbulnya. Ruam kulit menjadi kehitaman dan mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu.

Apakah penyakit campak bisa menimbulkan komplikasi penyakit?

1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah (otitis media)

2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan

3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

4. Campak menjadi berat pada pasien dengan gizi buruk dan anak yang lebih kecil

5. Diare dapat diikuti dehidrasi

6. Laringotrakeobronkitis (croup)

7. Bronkopneumonia

8. Reaktifasi tuberkulosis

9. Malnutrisi pasca serangan campak

10. Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), suatu proses degeneratif susunan syaraf pusat dengan gejala karakteristik terjadi deteriorisasi tingkah laku dan intelektual, diikuti kejang. Disebabkan oleh infeksi virus yang menetap, timbul beberapa tahun setelah infeksi merupakan salah satu komplikasi campak onset lambat.

Bagaimanakah cara pengobatan dan pencegahannya ?

– Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.
– Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.
– Imunisasi campak termasuk dalam program imunisasi nasional sejak tahun 1982, angka cakupan imunisasi menurun < 80% dalam 3 tahun terakhir sehingga masih dijumpai daerah kantong risiko tinggi transmisi virus campak.
– Strategi reduksi campak terdiri dari : Pengobatan pasien campak dengan memberikan vitamin A . Imunisasi campak PPI : diberikan pada umur 9 bulan. campak dapat diberikan bersama vaksin MMR pada umur 12-15 bulan. Mass campaign, bersamaan dengan Pekan Imunisasi nasional
– Catch-up immunization, diberikan pada anak sekolah dasar kelas 1-6, disertai dengan keep up dan strengthening.

Demam disertai leher kaku ,Awas Meningitis

Apakah Demam secara tiba-tiba yang disertai leher kaku menunjukan pada kondisi penyakit yang serius?

Demam dapat merupakan suatu gejala penyakit atau infeksi. Penyakit menimbulkan demam.

Demam adalah suatu kondisi ketika suhu tubuh berada diatas 37,5 derajat celcius.

Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih atau leukosit melepaskan “zat penyebab demam (pirogen endogen)” yang selanjutnya memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior, yang kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam. Selama demam, hipotalamus cermat mengendalikan kenaikan suhu sehingga suhu tubuh jarang sekali melebihi 41ºC.

Kemungkinan penyakit apakah bila demam secara tiba-tiba disertai dengan leher kaku ?

Salah satu penyakit serius dengan gejala demam dan leher kaku yang perlu diwaspadai adalah meningitis.

Meningitis merupakan radang pada selaput (meninges) otak dan saraf tulang belakang akibat infeksi jamur dan bakteri. Beberapa gejalanya dapat berupa:

  • Leher kaku.
  • Demam secara tiba-tiba.
  • Sulit konsentrasi.
  • Mual dan muntah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Cepat mengantuk.

Untuk memastikan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan yang mencakup tes darah, cairan serebrospinal, dan pemeriksaan dengan X-ray atau CT scan.

Apakah Penyakit Meningitis bisa menular ?

Karena meningitis disebabkan oleh infeksi, maka bisa menular. Penularan meningitis dapat terjadi dari orang-ke-orang melalui batuk, bersin dan berciuman umumnya meningitis yang disebabkan oleh bakteri.

Sedangkan meningitis akibat virus menular dengan cara yang agak berbeda. Meningitis virus dapat menyebar melalui kontak dengan tinja yang terinfeksi dapat juga menyebar melalui tetesan (droplet) yang dilepaskan ketika orang batuk atau bersin.

Apakah meningitis bisa menyerang bayi ?

Mungkin sulit untuk menemukan gejala yang mengarah ke meningitis pada bayi baru lahir dan bayi kecil. Bayi dengan meningitis mungkin tampak lambat atau tidak aktif, muntah, mudah marah (rewel) atau nafsu makan buruk.

Pasien dari segala usia yang terkena meningitis bisa juga mengalami kejang.

Bagaimanakan cara mencegahan Meningitis ?

  • Cuci tangan secara menyeluruh dan sering dengan sabun dan air mengalir.
  • Cuci tangan sangat penting setelah mengganti popok, menggunakan toilet, batuk atau membuang ingus di tisu.
  • Bersihkan permukaan yang terkontaminasi seperti gagang pintu, remote control TV dengan sabun dan air.
  • Tutup mulut ketika batuk. Tutup mulut ketika batuk dengan tisu atau arahkan batuk ke lengan atas. Setelah menggunakan tisu, buang di tempat sampah lalu cuci tangan.
  • Hindari berciuman atau berbagi gelas minum, alat makan, lipstik atau barang-barang lainnya dengan orang yang sakit atau dengan orang lain ketika Anda sakit.
  • Vaksinasi termasuk dalam jadwal imunisasi anak dapat melindungi anak-anak terhadap beberapa bentuk meningitis.