badan lemas keringat dingin

badan lemas keringat dingin>>sumber :health detik.com-Saat suhu tubuh meningkat, secara normal orang akan berkeringat. Hal ini merupakan mekanisme wajar yang dilakukan tubuh untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Namun, saat Anda mengalami keringat dingin tanpa didahului dengan adanya peningkatan suhu tubuh, maka Anda perlu waspada.

Menurut Mellissa. W, dokter umum dari Rumah Sakit Umum Siloam, munculnya keringat dingin bisa disertai dengan penyakit yang mendasari. Beberapa penyakit tersebut antara lain:

1. Hipoglikemi, keadaan kadar gula darah yang rendah pada seseorang.

2. Hiperhidrosi, keringat yang berlebih pada seseorang.

3. Hot flashes, perasaan panas yang muncul tiba-tiba. Hal ini biasanya timbul pada seseorang yang sudah memasuki fase menopause akibat adanya perubahan hormonal.

4. Hipotensi, atau tekanan darah rendah.

5. Serangan jantung. Gejala keringat dingin biasanya muncul pada orang dengan serangan jantung. Umumnya, serangan jantung juga disertai dengan gejala lain sepertiĀ  nyeri dada kiri yang menjalar dan perasaan seperti tertindih beban berat, mual muntah, pusing dan sesak napas.

6. Kekurangan oksigen, misalnya saat tercekik, keracunan dan penyakit paru-paru yang parah.

7. Kegagalan sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Bila keringat dingin sangat sering Anda rasakan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Sehingga, Anda pun bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Pertolongan Pertama Hipoglekimia

Bahaya gula darah rendah (hipoglikemia) bagi pasien diabetes melitus sangat fatal. Sayangnya, pakar mengatakan tidak semua pasien diabetes mengerti dan paham gejala serta bahaya yang mengintai dari kondisi ini.

dr Sugito Wonodirekso, PKK, DK dari Persatuan Dokter Keluarga Indonesia mengatakan gula darah rentan sangat berbahaya karena bisa menyebabkan hilangnya kesadaran dan meningkatkan risiko komplikasi jantung. Apalagi jika gula darah rendah terjadi saat sedang melakukan aktivitas seperti menyetir.

“Kalau sudah keringat dingin, lemas, lunglai, lalu disertai ada mual, mata, mata kunang-kunang, itu gejala hipoglikemia. Harus berhenti melakukan aktivitas dan mendapatkan pertolongan pertama,” tutur dr Sugito, dalam acara Grand Kalbe Academia, di Hotel Westin, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dijelaskan dr Sugito, secara umum seseorang dikatakan mengalami hipoglikemia ketika gula darahnya berada di bawah 70 mg/dL. Namun angka ini bukan patokan resmi. Ada beberapa pasien diabetes yang masih merasa nyaman meskipun gula darahnya di bawah angka tersebut.

Karena itu menurut dr Sugito, hal utama yang harus diperhatikan adalah gejala yang muncul seperti disebutkan sebelumnya. Jika sudah mengalami keringat dingin, lunglai dan mual, sebaiknya segera diberi pertolongan pertama.

“Pertolongan pertama yang paling baik ada gula pasir. Bisa dengan disendokkan langsung untuk ditelan atau dengan air teh manis,” ungkapnya lagi.

Jika tidak ada gula pasir, maka makanan atau minuman lain yang manis seperti permen atau jus buah bisa dijadikan alternatif. Setelah pertolongan pertama diberikan, ada baiknya pasien dibiarkan beristirahat selama 30-60 menit sebelum diberikan makanan dengan kandungan gizi yang lebih kompleks.

“Alasan kenapa diberikan gula pasir adalah karena dia gula simpleks, artinya gampang diserap oleh tubuh. Kalau sudah istirahat dan pasien sudah agak segar, bisa diberikan makanan yang lebih kompleks seperti nasi beserta lauk,” tambahnya.