Penelitian Ekstrak teripang laut sebagai anti bakteri

Salah satu kekayaan laut Nusantara yang sekarang telah banyak diteliti karena memiliki ragam khasiat dan kegunaan ,terutama di bidang kesehatan diantaranya yaitu teripang laut

Teripang dari Famili Holothuriidae genus Holothuria, Actinopyga dan Stichopus banyak mengandung zat-zat ekstraktif seperti senyawa Terpenoid,yang berfungsi sebagai anti bakteri. Ekstrak Teripang menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi daripada Kanamycin (zat anti bakteri sintetic).

Menurut Pelczar dan Chan, antibakteri bersifat bakteriostatik atau bakterisida bergantung dari konsentrasinya. Ekstrak kasar bersifat bakterisidal karena ekstrak mampu membunuh bakteri dan bakteristatis karena ekstrak kasar hanya mampu menghambat pertumbuhan bakteri.
Edberg .menjelaskan bahwa senyawa antibakteri bekerja dengan cara berinteraksi dengan dinding sel bakteri sehingga mengakibatkan permeabilitas pada sel bakteri dan juga berdifusi ke dalam sel sehingga mengakibatkan pertumbuhan bakteri terhambat (bakteriostatik) dan atau mati (bakteriosidal).

Selain itu senyawa antibakteri juga dapat menembus membran dan berinteraksi dengan material genetik sehingga bakteri mengalami mutasi.

Golongan bakteriostatik bekerja dengan jalan menghambat sintesis protein pada ribosom bakteri melalui proses difusi pasif melalui kanal hidrofilik dan sistem transportasi aktif. Setelah antibakteri masuk ke dalam ribosom, maka akan berikatan dengan ribosom dan menghalangi masuknya kompleks tRNA-asam amino pada lokasi asam amino, sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak.

Triterpenoid. Secara umum golongan Triterpenoid mampu merusak membran sel, mengnon-aktifkan enzim dan mendenaturasi protein sehingga dinding sel mengalami kerusakan akibat penurunan permeabilitas. Perubahan permeabilitas membran sitoplasma memungkinkan ion-ion organik yang penting masuk ke dalam sel sehingga berakibat terhambatnya pertumbuhan bahkan hingga mematikan sel.

 

60 jenis peradangan (inflamasi) pada manusia

Peradangan adalah reaksi perlindungan normal dari tubuh terhadap luka.Peradangan merupakan reaksi terhadap sistem kekebalan untuk melindungi mahluk hidup dari infeksi dan luka. Hal tersebut untuk membatasi dan membunuh jaringan yang rusak sehingga tubuh dapat mulai untuk sembuh. Jika peradangan akut berlangsung maka peradangan kronis akan muncul dan akan bertahan tahunan atau bahkan selama seumur hidup.

Berikut 60 jenis peradangan pada manusia :

1.Prostitis =  peradangan pada Rectum
2.Glositis =  peradangan pada Lidah
3.Colitis =  peradangan pada Usus Besar
4.Enteridis =  peradangan pada Usus Kecil
5.Enterocolitis =  peradangan pada Usus Besar dan Kecil
6.Usofagitis =  peradangan pada Usofagus
7.Peritonitis =  peradangan pada Selaput Perut (Peritonium)
8.Gastritis =  peradangan pada Sel Lendir pada Lambung (Gaster)
9.Faringitis =  peradangan pada Faring
10.Vulvitis =  peradangan pada Vulva
11.Vaginitis =  peradangan pada Vagina
12.Adnexitis =  peradangan pada Indung Telur
13.Architis =  peradangan pada Buah Pelir
14.Endocervicitis = peradangan pada Membran Mukosa yang melapisi Serviks
15.Endometritis =  peradangan pada Endometrium
16.Pankreatitis =  peradangan pada Kelenjar Pankreas
17.Prostatitis =  peradangan pada Kelenjar Prostat
18.Parotitis =  peradangan pada Kelenjar Parotis
19.Tonsilitis =  peradangan pada Tonsil
20.Trakheititis =  peradangan pada Trakhea
21.Pleuritis =  peradangan pada Sel-Sel Pleura pada Paru
22.Rhinitis =  peradangan pada Membran Mukosa Nasal
23.Pneumonia =  peradangan pada Paru-Paru
24.Adenoiditis =  peradangan pada Jaringan Adenoid di Naso Faring
25.Neuritis =  peradangan pada Susunan Saraf Tepi (Neuron)
26.Encephalitis =  peradangan pada Jaringan Otak (Encephalon)
27.Meningitis =  peradangan pada Selaput Otak (Meningen)
28.Stomatitis =  peradangan pada Selaput Lendir
29.Encephalomyelitis =  peradangan pada Otak dan Medula Spinalis
30.Endarteritis =  peradangan pada Tunika Intima (Arteri)
31.Flebitis =  peradangan pada Dinding Vena
32.Angitis =  peradangan pada Pembuluh Darah
33.Cholesistitis =  peradangan pada Kandung Empedu
34.Limfangitis =  peradangan pada Pembuluh Limfe
35.Adenitis =  peradangan pada Kelenjar Limfe
36.Limfadenitis =  peradangan pada Kelenjar Limfe dan Pembuluh Limfe
37.Perikarditis =  peradangan pada Sel Pembungkus Jantung (Perikardium)
38.Endokarditis =  peradangan pada Otot Jantung (Endokardium)
39.Sinovitis =  peradangan pada Membran Sinovial
40.Tendosinovitis =  peradangan pada Lapisan Sinovial pada Tendon
41.Lienitis =  peradangan pada Limpa (Lien)
42.Tendonitis =  peradangan pada Tendon
43.Cystitis =  peradangan pada Kandung Kencing (Vesica Urinaria)
44.Urethritis =  peradangan pada Uretra
45.Ureteritis =  peradangan pada Ureter
46.Pielonefritis =  peradangan pada Jaringan Ginjal dan Pelvis Ginjal
47.Uveatitis =  peradangan pada Uvea
48.Uvulatitis =  peradangan pada Uvula
49.Akilobursitis =  peradangan pada Bursa Atas pada Tendon Achilles
50.Osteititis =  peradangan pada Tulang
51.Artritis =  peradangan pada Sendi
52.Osteoartritis =  peradangan pada Tulang dan Sendi
53.Bursitis =  peradangan pada Kantong Sendi Lutut
54.Falangitis =  peradangan pada Ruas Jari
55.Miositis =  peradangan pada Otot Rangka
56.Rakhitis =  peradangan pada Lensa Mata
57.Blepharitis =  peradangan pada Kelopak Mata
58.Konjuntifitis =  peradangan pada Konjungtiva
59.Keratitis =  peradangan pada Kornea
60.Dermatitis =  peradangan pada Kulit

Penelitian Ekstrak teripang laut sebagai anti radang