Demam disertai leher kaku ,Awas Meningitis

Apakah Demam secara tiba-tiba yang disertai leher kaku menunjukan pada kondisi penyakit yang serius?

Demam dapat merupakan suatu gejala penyakit atau infeksi. Penyakit menimbulkan demam.

Demam adalah suatu kondisi ketika suhu tubuh berada diatas 37,5 derajat celcius.

Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih atau leukosit melepaskan “zat penyebab demam (pirogen endogen)” yang selanjutnya memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior, yang kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam. Selama demam, hipotalamus cermat mengendalikan kenaikan suhu sehingga suhu tubuh jarang sekali melebihi 41ºC.

Kemungkinan penyakit apakah bila demam secara tiba-tiba disertai dengan leher kaku ?

Salah satu penyakit serius dengan gejala demam dan leher kaku yang perlu diwaspadai adalah meningitis.

Meningitis merupakan radang pada selaput (meninges) otak dan saraf tulang belakang akibat infeksi jamur dan bakteri. Beberapa gejalanya dapat berupa:

  • Leher kaku.
  • Demam secara tiba-tiba.
  • Sulit konsentrasi.
  • Mual dan muntah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Cepat mengantuk.

Untuk memastikan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan yang mencakup tes darah, cairan serebrospinal, dan pemeriksaan dengan X-ray atau CT scan.

Apakah Penyakit Meningitis bisa menular ?

Karena meningitis disebabkan oleh infeksi, maka bisa menular. Penularan meningitis dapat terjadi dari orang-ke-orang melalui batuk, bersin dan berciuman umumnya meningitis yang disebabkan oleh bakteri.

Sedangkan meningitis akibat virus menular dengan cara yang agak berbeda. Meningitis virus dapat menyebar melalui kontak dengan tinja yang terinfeksi dapat juga menyebar melalui tetesan (droplet) yang dilepaskan ketika orang batuk atau bersin.

Apakah meningitis bisa menyerang bayi ?

Mungkin sulit untuk menemukan gejala yang mengarah ke meningitis pada bayi baru lahir dan bayi kecil. Bayi dengan meningitis mungkin tampak lambat atau tidak aktif, muntah, mudah marah (rewel) atau nafsu makan buruk.

Pasien dari segala usia yang terkena meningitis bisa juga mengalami kejang.

Bagaimanakan cara mencegahan Meningitis ?

  • Cuci tangan secara menyeluruh dan sering dengan sabun dan air mengalir.
  • Cuci tangan sangat penting setelah mengganti popok, menggunakan toilet, batuk atau membuang ingus di tisu.
  • Bersihkan permukaan yang terkontaminasi seperti gagang pintu, remote control TV dengan sabun dan air.
  • Tutup mulut ketika batuk. Tutup mulut ketika batuk dengan tisu atau arahkan batuk ke lengan atas. Setelah menggunakan tisu, buang di tempat sampah lalu cuci tangan.
  • Hindari berciuman atau berbagi gelas minum, alat makan, lipstik atau barang-barang lainnya dengan orang yang sakit atau dengan orang lain ketika Anda sakit.
  • Vaksinasi termasuk dalam jadwal imunisasi anak dapat melindungi anak-anak terhadap beberapa bentuk meningitis.