waspadai beberapa penyakit dengan gejala demam disertai muntah pada anak

Pada umumnya, demam adalah reaksi pertahanan tubuh terhadap proses infeksi yang berlangsung dalam tubuh. Apabila timbul gejala demam yang disertai muntah,maka kita perlu memikirkan beberapa kemungkinan penyebabnya seperti:

Infeksi pada saluran pencernaan, seperti gastroenteritis

Penyebabnya dapat berupa bakteri maupun virus. Contoh infeksi virus yang sering menyerang adalah Rotavirus. Sementara, bakteri yang sering menyebabkan infeksi antara lain Salmonella dan E. Coli. Selain demam dan muntah, umumnya terdapat gejala lain seperti sakit perut hingga diare.

Infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran pencernaan ditandai dengan batuk, terkadang juga dapat disertai muntah. Gejala penyerta lainnya adalah batuk, pilek, hingga sesak napas

Infeksi saluran kencing

Umumnya disertai nyeri saat berkemih atau urin yang berbau tidak seperti biasanya.

Infeksi telinga

Infeksi telinga juga dapat ditandai dengan demam dan penurunan nafsu makan, mual, hingga anak muntah akibat badannya tidak enak, disertai nyeri pada telinga, atau keluar kotoran dan cairan dari telinga.

Pada beberapa kasus muntah yang tidak disertai demam, umumnya disebabkan oleh keracunan makanan atau alergi. Perhatikan apakah sebelumnya anak mengonsumsi makanan di luar rumah atau mencoba jenis makanan baru.

Sebelum Anda membawa anak ke dokter, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan di rumah sebagai penanganan pertama.

  1. Perhatikan aktivitas fisiknya. Apakah ia masih dapat makan dan minum seperti biasa? Apakah ia cukup aktif bermain?
  2. Perhatikan frekuensi buang air kecil dan karakteristik urinenya. Apakah BAK-nya lebih jarang? Urinenya berbau menyengat atau berdarah?
  3. Cegah dehidrasi. Prinsip penanganan anak yang muntah di rumah adalah untuk mencegah dehidrasi.
  4. Maka, periksalah adakah tanda-tanda dehidrasi berikut ini:
  • Mulut kering
  • Menangis tanpa keluar air mata
  • Frekuensi dan jumlah air seni berkurang
  • Anak terlihat lemah dan mengantuk

5. Untuk bayi yang menyusui,teruskan pemberian ASI.

      6. Pada anak yang lebih besar, berikan minum air dengan suhu normal atau hangat sedikit demi sedikit.

      7.  Hindari jus buah atau soda.

      8.  Bila ia muntah setelah minum, tunggu sekitar 20-30 menit sebelum minum kembali.

      9.  Berikan cairan oralit sedikit demi sedikit apabila sudah pernah diresepkan oleh dokter sebelumnya

     10. Setelah 8 jam tanpa muntah, atau jika anak merasa lapar, berikan makanan yang tidak pedas atau tidak terlalu   berbumbu, dalam porsi sedikit demi sedikit

     11. Berikan obat penurun panas atas saran dokter, terutama bila ini kasus yang pertama kalinya.

Hati-hati jika anak memiliki alergi obat. Tujuan obat penurun panas adalah untuk menurunkan suhu tubuh agar tidak terlalu tinggi dan anak merasa nyaman, namun tidak dapat mengatasi penyebab anak sakit. Orangtua dapat memberikan obat penurun panas bila suhunya mencapai 38C (suhu lipat ketiak). Selain obat penurun panas, orangtua juga bisa memberikan kompres hangat pada bagian lipatan tubuh seperti leher, ketiak, selangkangan untuk membantu menurunkan panas.

Sementara, apabila terdapat gejala di bawah ini, maka jangan tunda untuk segera membawa anak ke dokter:

Anak muntah lebih dari satu hari
Muntah berwarna hijau atau mengandung darah
Anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat, seperti selalu mengantuk, rewel, rasa haus yang amat sangat atau tidak BAK sama sekali
Anak mengalami nyeri perut
Anak mengalami sakit kepala, kaku leher, kejang, atau terdapat ruam di kulitnya
Anak mengalami sesak napas, atau bibirnya membiru

muntah yang berat, dapat disebabkan oleh adanya gangguan saluran pencernaan seperti obstruksi saluran cerna, invaginasi usus (suatu keadaan ketika sebagian usus masuk ke dalam usus berikutnya, hingga hernia (suatu kelainan anatomi ketika sebagian atau seluruh organ mencuat ke jaringan sekitarnya, karena melemahnya dinding rongga penyangga – hal ini dapat menekan jaringan atau organ sekitar).